Komunitas Tangguh Indonesia
KASKADE

KASKADE atau CASCADE secara etimologi berarti air terjun bertingkat, riam (bagian sungai  terbentuk dari material dasar sungai yang kuat dan memiliki aliran air deras yang rendah/landai untuk menghasilkan kualitas air yang  jernih), menurun (to cascade) dan  beberapa arti yang sejenis. Secara umum kata KASKADE dipilih untuk menggambarkan sikap merasa terpanggil dan peduli untuk  turun aksi, berperan serta aktif dalam upaya memikirkan dan memperjuangkan kelompok masyarakat rentan baik dalam aspek kesehatan, sosial, politik, ekonomi, dan lingkungan secara terstruktur, sistematis dan bertahap agar lebih sehat, tangguh dan berdaya.

Konsorsium KASKADE wadah bergabung para penggiat gerakan sosial yang memiliki pengalaman berkeyakinan organisasi masyarakat sipil harus memiliki peran yang penting dalam proses pembangunan masyarakat dengan beragam inovasi sosial. KASKADE percaya akan nilai-nilai keadilan (kesehatan, sosial,  ekonomi, hukum, budaya, dan gender), partisipasi kelompok miskin, lemah, marginal dan rentan yang membutuhkan perlindungan demi terwujudnya masyarakat yang adil, demokratis, sehat dan sejahtera. Dengan keyakinan inilah KASKADE merancang dan mengembangkan program pembangunan masyarakat dengan perspektif gender dan hak asasi manusia, membangun basis gerakan dan menguatkan kapasitas pengurus dan kapasitas lembaga  anggota KASKADE ditingkat provinsi dan Kab/Kota.

peta wilayah kerja kaskade

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, KASKADE bersama seluruh anggota akan meningkatkan kapasitas lembaga dan sumberdaya manusia di wilayah kerja KASKADE berada di 8 provinsi dan 127 Kab/Kota yaitu di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Barat.

Apa yang kami kerjakan?

Membangun sistem kesehatan komunitas yang berpusat pada masyarakat, menempatkan masyarakat sebagai subjek aktif dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan. Masyarakat dilibatkan secara langsung dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi program kesehatan. 

Hak Atas Sehat

Untuk mencapai kesehatan yang optimal bagi seluruh masyarakat, terutama kelompok miskin, rentan, petani, buruh dan masyarakat adat, diperlukan penguatan sistem kesehatan komunitas yang kuat, didukung oleh kajian dan advokasi kebijakan yang komprehensif, kemitraan strategis, dukungan filantropi, serta pengawasan yang ketat terhadap transparansi dan akuntabilitas.

Transformasi Kesehatan

Mendorong transformasi kesehatan, upaya pada perubahan mendasar dalam sistem kesehatan, baik dari segi kebijakan, pelayanan, maupun perilaku masyarakat, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Transformasi ini didorong oleh berbagai faktor, seperti munculnya penyakit baru, kemajuan teknologi, dan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap layanan kesehatan.

Kesehatan Reproduksi

Menyediakan akses terhadap informasi dan layanan kesehatan reproduksi, termasuk perencanaan keluarga, kesehatan ibu hamil, dan pencegahan penyakit menular seksual. 

Penyakit Menular dan Tidak Menular

Fokus utama harus diarahkan pada  penyakit menular dan tidak menular, kesehatan jiwa, kesehatan ibu dan anak, serta kesehatan reproduksi.

 Dukungan Pertama Pada Luka Psikologis (Psychological First Aid – PFA)

Memberikan dukungan emosional dan praktis segera setelah kejadian krisis. Tujuannya adalah untuk memberikan rasa aman, menenangkan, dan membantu individu mengidentifikasi kebutuhan dasar mereka serta cara untuk memenuhinya. 

Penguatan Sistem Komunitas

Pendekatan yang mendorong pengembangan komunitas, organisasi berbasis komunitas, kelompok, dan struktur yang terinformasi, terorganisir dengan baik. Melibatkan berbagai macam aktor komunitas, untuk dapat berkontribusi sebagai mitra yang setara bersama aktor-aktor lain terhadap keberlanjutan jangka panjang intervensi kesehatan. Tujuan penguatan sistem komunitas untuk mencapai hasil kesehatan yang lebih baik dengan mengembangkan peran populasi dan komunitas yang sangat terdampak, serta organisasi berbasis komunitas, mulai dari membuat desain program, penyampaian, pemantauan, dan evaluasi layanan dan kegiatan yang berkaitan dengan pencegahan, pengobatan, perawatan, dan dukungan kepada orang yang terdampak dari penyakit menular.

screenshot 2026 01 04 040227Yabhysa Hadir di Kangean : Berdayakan Masyarakat dalam Eliminasi TBC di Wilayah Terpencil Sumenep – Wilayah terluar di Jawa Timur terletak di Kepulauan Kangean Kabupaten Sumenep yang berjarak 175 km dari Kota Sumenep daratan. Untuk sampai di kepulauan tersebut harus ditempuh dengan perjalanan laut selama 6 – 7 jam. Kepulauan Kangean merupakan wilayah dengan kasus TB kedua terbesar di Kabupaten Sumenep. Pulau yang dihuni oleh 78.468 jiwa dengan luas wilayah 430 km2 yang tersebar di 37 desa itu juga menjadi wilayah yang diintervensi oleh Yabhysa dalam program penanggulangan TBC. Upaya Yabhysa melaksanakan eliminasi TBC di Kepulauan Kangean diwujudkan dengan berbagai kegiatan diantaranya adalah pelatihan kader yang diikuti oleh 15 kader dari wilayah puskesmas Arjasa dan Puskesmas Kangayan. Dengan pelatihan ini diharapkan akan semakin banyak pasien TB ditemukan dan diobati sampai sembuh.

screenshot 2026 01 04 040540Yayasan Mentari Sehat Indonesia (MSI) Kuatkan Mental dan Spiritual Kader Tiap Bulan! – MSI tidak hanya fokus pada upaya kesehatan fisik masyarakat, tetapi juga menaruh perhatian besar terhadap kekuatan mental dan spiritual kader. Sebagai ujung tombak pelaksanaan program di lapangan, para kader memiliki peran vital dalam membangun kesadaran, memberikan edukasi, serta menjadi teladan bagi komunitas. Untuk itu, penguatan aspek mental dan spiritual menjadi strategi utama dalam memperkuat kapasitas dan ketangguhan mereka. Kegiatan dilaksanakan di Kota Semarang yang dilaksanakan setiap bulan. 

screenshot 2026 01 04 040812Advokasi Dana Desa Untuk Dukungan Anggaran Kesehatan. Dalam implementasi programnya, Yayasan Mentari Sehat Indonesia (MSI) secara konsisten menjalin kemitraan lintas sektor sebagai strategi untuk memperkuat dukungan terhadap kegiatan penanggulangan TBC di tingkat komunitas. Upaya advokasi dilakukan secara berkelanjutan, baik untuk memperoleh dukungan material maupun nonmaterial, guna menjamin keberlanjutan dan efektivitas intervensi program. Salah satu mitra kunci yang menjadi fokus advokasi adalah pemerintah desa, khususnya di wilayah dengan beban kasus TBC yang tinggi, Hasil dari proses ini antara lain tercapainya dukungan melalui Alokasi Dana Desa (ADD) untuk kegiatan penanggulangan TBC, termasuk penganggaran untuk pelatihan dan penguatan kapasitas kader kesehatan desa. Kolaborasi ini menunjukkan peran strategis pemerintah desa dalam mendukung eliminasi TBC melalui pendekatan berbasis komunitas yang terintegrasi dengan kebijakan lokal.

Kedaulatan pangan dan mata pencaharian, mendukung pangan secara mandiri dan hak untuk menetapkan sistem pertanian, peternakan, dan perikanan tanpa adanya subordinasi dari kekuatan pasar dengan didukung kemampuan dalam mobilisasi dan pengelolaan sumber daya (keuangan, relawan dan logistik), penguatan kapasitas dan akuntabilitas, dan advokasi kebijakan. 

screenshot 2026 01 06 003309Adaptasi Perubahan Iklim

Juga diupayakan melalui mendorong kebijakan yang pro-iklim, peningkatan pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat. Gerakan pengelolaan sampah, upaya kolektif untuk mengurangi, mengelola, dan mendaur ulang sampah secara efektif untuk mengurangi dampak negatif sampah terhadap kesehatan manusia dan ekosistem. 

Kedaulatan Pangan

 

Merupakan kegiatan hak atas pangan dan tanah, mendukung para petani untuk distribusi lahan melalui reforma agraria. Mendorong pertanian agroekologi yang berbasis pertanian ramah lingkungan dan membangun pertanian organik pada level desa ataupun pertanian perkotaan. 

Dukungan Mata Pencaharian

Membangun dan mendukung pangan secara mandiri dan memperoleh hak untuk menetapkan sistem pertanian, peternakan, dan perikanan yang didukung dengan pengelolaan keuangan, relawan dan penguatan kapasitas. Pemberdayaan mata pencaharian khusus perempuan, mendukung akses dan kontrol perempuan atas sumber daya ekonomi, termasuk tanah, dan pekerjaan layak dengan upah yang setara. Mendukung dan menyediakan pelatihan untuk memulai dan mengembangkan usaha (UMKM) menyelenggarakan pelatihan yang membekali perempuan dengan keterampilan praktis untuk memulai dan mengelola usaha kecil, seperti menjahit, membuat kerajinan, memasak, atau berjualan online. 

 

screenshot 2026 01 06 002810Pelatihan Ekonomi Kreatif Batik Ecoprint Kabupaten Batang Yayasan Mentari Sehat Indonesia (MSI) melaksanakan kegiatan pemberdayaan ekonomi kreatif batik ecoprint. Program ini secara khusus menyasar mantan pasien penyakit TBC bekerjasama dengan BAZNAS Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah. Program batik ecoprint ini dirancang sebagai sarana terapi mental sekaligus peluang ekonomi. Para peserta dilatih mengenali jenis daun dan tanaman lokal yang bisa menghasilkan motif dan warna alami, lalu mempraktikkan teknik ecoprint seperti pounding (pukul daun), steaming, hingga pewarnaan tanpa bahan kimia. Melalui program batik ecoprint ini, Yayasan Mentari Sehat Indonesia berharap para penyintas mendapatkan ruang berkarya secara ekonomi, adanya dukungan oleh pemerintah dan sektor swasta untuk mendukung agar lebih banyak penerima manfaat.

screenshot 2026 01 06 002910Kader Yabhysa: Aset Berdaya, Mitra Pembangunan Kesehatan dan Ekonomi MalangYabhysa menyadari bahwa kader merupakan aset organisasi yang harus senantiasa ditingkatkan pengetahuannya dan keterampilan, agar kader berdaya secara mandiri baik kemampuan pendampingan program maupun ekonomi. Pelatihan yang diikuti kader Yabhysa Malang antara lain (1) Pelatihan Pembuatan Jamu oleh Dinas Pertanian Kabupaten Malang, (2) Pelatihan Pembuatan Kerupuk dan Telur Asin oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Malang, (3) Pelatihan Pembuatan Roti oleh Dinas Perindustrian Kabupaten Malang. Hal ini merupakan peluang yang baik bagi Yabhysa Kabupaten Malang guna meningkatkan keterampilan para kader dan pemberdayaan ekonomi kader.

screenshot 2026 01 06 002953Melawan Krisis Iklim: Yayasan Suar Salam Nusantara Bentuk “Komunitas “Pilah”

Yayasan Suar Salam Nusantara mengambil langkah nyata dalam melawan krisis iklim dengan membentuk komunitas “Pilah Tangerang” melalui inisiatif bank sampah tingkat RW. Gerakan ini dimulai pada Januari 2024 dengan penimbangan perdana yang diikuti oleh 17 rumah tangga. Berkat konsistensi dan edukasi, jumlah partisipasi warga terus meningkat signifikan. Hingga September 2025, bank sampah komunitas ini telah memiliki total 120 nasabah aktif, menunjukkan tumbuhnya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah.

Inisiatif bank sampah ini telah memberikan dampak lingkungan yang substansial dalam mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Sepanjang tahun 2024, “Komunitas Pilah” berhasil mencegah sebanyak 3.687 kg sampah masuk ke TPA Rawa Kucing. Keberhasilan ini dilanjutkan pada tahun 2025, di mana mereka berhasil memilah sampah sebanyak 4.315 kg. Angka ini mencerminkan peningkatan efektivitas gerakan pilah sampah dalam komunitas tersebut.

Yayasan Suar Salam Nusantara mengakui bahwa pencapaian ini adalah langkah kecil di tengah kompleksitas polemik sampah yang terjadi. Namun, konsistensi gerakan pilah yang telah mereka lakukan diibaratkan sebagai seutas benang yang terus diuraikan di tengah carut-marutnya permasalahan lingkungan. Pihak yayasan menegaskan bahwa langkah kecil ini tidak akan berhenti dan akan terus dilakukan sebagai komitmen jangka panjang dalam upaya pengelolaan sampah dan mitigasi krisis iklim di Tangerang.

Aksi kemanusiaan untuk mendukung pembangunan kesehatan, dan mengadvokasi hak-hak masyarakat yang termarjinalkan, tidak terbatas di bidang kesehatan diantaranya sanitasi, air dan kebersihan (WASH), kesehatan mental, penanganan penyakit menular.

Tanggap Bencana dan Perubahan Iklim terlibat dalam tanggap bencana dan krisis kemanusiaan. Upaya yang kami lakukan mendistribusikan bantuan seperti air bersih, alat kebersihan, promosi kebersihan, bantuan klinik bergerak, dukungan kelangsungan pengobatan penyakit menular dan dukungan psikososial.

Kesehatan Mental dan Dukungan Psikososial yang lebih luas penting dalam situasi krisis atau bencana. Ini mencakup dukungan individu dan komunitas untuk mengatasi trauma, membangun ketahanan, dan memulihkan diri.

screenshot 2026 01 06 010614Penyaluran Bantuan Bencana Alam – Yayasan Mentari Sehat Indonesia (MSI) secara aktif menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana alam di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di Jawa Tengah, Jawa Barat (Cianjur) dan sekitarnya. Berikut beberapa kegiatan penyaluran bantuan yang telah dilakukan. Pada 3 Desember 2022, MSI menyalurkan bantuan kepada korban banjir bandang yang melanda enam kecamatan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Bantuan berupa sembako seperti beras, telur, sarden, minyak goreng, air mineral, biskuit, sabun cuci, sabun mandi, minuman sereal, mie instan, popok bayi, pembalut, dan obat-obatan disalurkan langsung ke empat posko banjir di desa Sinomwidodo, Godo, Gunungpanti, dan Mintobasuki.

screenshot 2026 01 06 010712MSS Sumsel Bersinergi dengan Dinsos, BPBD, dan Kecamatan Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Dempo – Perkumpulan Masyarakat Sehat Sriwijaya (MSS) Sumatera Selatan menunjukkan kepeduliannya dengan turut serta dalam respons bencana kebakaran yang melanda kawasan Dempo Lorong Manggis II. Dalam upaya membantu korban yang kehilangan tempat tinggalnya, MSS Sumsel berkolaborasi erat dengan Dinas Sosial (Dinsos), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan pemerintah kecamatan setempat. Tim gabungan ini langsung terjun ke lokasi untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada para korban yang rumahnya ludes dilahap si jago merah. Keterlibatan MSS Sumsel dalam penanganan bencana ini merupakan wujud komitmen organisasi untuk berkontribusi aktif dalam setiap kebutuhan masyarakat, khususnya di momen-momen sulit. Kolaborasi antar lembaga ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan meringankan beban para korban kebakaran di Dempo Lorong Manggis II.

screenshot 2026 01 06 010811Inisiatif Lampung Sehat (ILS) Sayangi Bumi : Edukasi PHBS dan Aksi Nyata untuk Kesehatan Manusia dan Lingkungan – Perubahan dimulai dari kesadaran. Karena itu, Inisiatif Lampung Sehat (ILS) menempatkan edukasi publik sebagai jantung dari strategi perubahan sosial. Kami meyakini bahwa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bukan hanya soal kesehatan fisik, tetapi juga erat kaitannya dengan kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan hidup bersama. Melalui kampanye masif yang menjangkau media sosial, komunitas lokal, sekolah, pasar tradisional, hingga ruang publik, ILS terus mengedukasi masyarakat tentang Pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan adaptasi terhadap perubahan iklim demi mencegah krisis kesehatan di masa depan.

screenshot 2026 01 06 010856Yamali TB Dorong Pemberdayaan Ekonomi Penyintas TBC

Yayasan Masyarakat Peduli Tuberkulosis Sulawesi Selatan (Yamali TB Sulsel) berpartisipasi dalam Konferensi Nasional 2025 di Makassar, yang diselenggarakan oleh Bakrie Center Foundation (BCF). Partisipasi ini bertujuan mendorong pemberdayaan ekonomi bagi penyintas dan kader TBC. Ketua Yamali TB Sulsel, Kasri Riswad, menyuarakan urgensi pendekatan komunitas. Konferensi ini dibuka oleh Sekjen Kemenkes RI Kunta Wibawa Dasa Nugraha, yang turut mengapresiasi upaya Yamali TB dalam memberdayakan penyintas TBC. 

Pada konferensi tersebut, Yamali TB mempresentasikan rancangan program unggulan mereka, The Bloom Catalyst, yang fokus pada keterampilan produksi dan pemasaran buket bunga. Program ini merupakan hasil riset kontekstual di lima kecamatan dengan kasus TBC tinggi di Makassar. “Bloom” secara simbolis melambangkan pertumbuhan dan kemakmuran, sedangkan “Catalyst” mencerminkan peran program sebagai akselerator kemandirian ekonomi.

The Bloom Catalyst terdiri dari dua komponen utama: BloomCraft dan BloomMastery (pelatihan dan pendampingan usaha buket bunga), serta BloomLink (platform forum alumni untuk jejaring dan dukungan psikososial). Melalui program ini, Yamali TB menargetkan peningkatan produktivitas dan partisipasi aktif dalam ekonomi lokal guna mengatasi ketidakberdayaan dan stigma akibat TBC. Kasri menilai keragaman pendekatan komunitas ini sangat mempermudah proses pemberdayaan yang ditargetkan.

screenshot 2026 01 06 011203Rumah Kaum Berdaya Gelar Aksi Sosial Sunatan Massal di Berbagai Kabupaten

PONTIANAK, SAMBAS, SEKADAU – Organisasi non-pemerintah Rumah Kaum Berdaya secara konsisten melakukan aksi sosial dan advokasi kesehatan masyarakat melalui kegiatan sunatan massal gratis di berbagai kabupaten. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mereka untuk memberikan layanan kesehatan yang layak dan mengurangi beban ekonomi bagi keluarga kurang mampu di wilayah Kalimantan Barat.

Aksi sunatan massal ini telah menjangkau beberapa area, termasuk Kabupaten Sambas, Kota Pontianak, dan Kabupaten Sekadau, serta wilayah lainnya. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggandeng berbagai pihak dan tenaga medis profesional untuk memastikan prosedur khitan berjalan aman dan higienis. Selain memberikan layanan sunat gratis, kegiatan ini juga sering kali dibarengi dengan pemberian bantuan berupa bingkisan atau santunan bagi para peserta, menjadikan momentum khitan sebagai langkah awal anak-anak menuju kedewasaan yang lebih sehat.

screenshot 2026 01 06 011120YMMA Deli Serdang Dorong Regulasi Perda TBC.

Upaya penguatan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Deli Serdang mencapai babak baru melalui Focus Group Discussion (FGD) Usulan Peraturan Daerah (Perda) Penanggulangan TBC yang digelar di D’Prima Hotel Deli Serdang. Kegiatan ini sukses menyatukan 32 peserta dari beragam pemangku kepentingan, termasuk anggota legislatif, eksekutif, OPD, komunitas TBC, dan media, untuk merumuskan landasan hukum daerah yang komprehensif.

FGD ini menegaskan komitmen lintas sektor di Deli Serdang untuk menciptakan regulasi yang kuat demi percepatan eliminasi TBC. Menindaklanjuti hasil diskusi tersebut, serangkaian pertemuan advokasi strategis dilaksanakan di Kantor DPRD Deli Serdang pada Juni hingga Juli 2024. Pertemuan yang dihadiri 10 perwakilan dari Yayasan Mentari Meraki Asa (YMMA), konsultan, District Task Force, organisasi penyintas, dan media ini bertujuan mendorong Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Deli Serdang untuk segera menginisiasi lahirnya Perda TBC. Inisiasi Perda ini diharapkan dapat menjadi payung hukum yang kuat untuk memaksimalkan upaya penanggulangan TBC di seluruh area intervensi Kabupaten Deli Serdang.

screenshot 2026 01 18 011055

Fungsi Nasional KASKADE

screenshot 2026 01 18 011440

Sekretariat Nasional KASKADE berfungsi sebagai pusat koordinasi utama yang berkedudukan di Jakarta.

Sekretariat ini mengelola gugus tugas yang terbentuk dari perwakilan delapan lembaga untuk fungsi-fungsi internal organisasi, yang ditunjukkan oleh lingkaran dalam berwarna merah, yaitu: Sistem Keuangan, Galang Dana, Usaha Organisasi, Riset Pengembangan, Peningkatan Kapasitas, dan Komunikasi dan Digitalisasi.

Output atau dampak kerja organisasi mencakup berbagai isu luas yang ditunjukkan pada lingkaran terluar, meliputi program Kesehatan (Penyakit Menular dan PTM, Kesehatan Jiwa, Kesehatan Keluarga, Pengasuhan Lansia), Isu Kemanusiaan (Bencana Kemanusiaan, Advokasi Sistem Kesehatan), dan Program Pembangunan Berkelanjutan (Perubahan Iklim, Pendidikan Masyarakat, Kedaulatan Pangan, Pemberdayaan Ekonomi).

Seluruh fungsi internal ini mendukung dan diawasi oleh dua badan pengawas/pendukung, yaitu Komite Nasional dan Komite Etik dan Ahli.

Sumber Daya Manusia

screenshot 2026 01 20 023637
screenshot 2026 01 20 023655
screenshot 2026 01 20 023706
screenshot 2026 01 20 023715

Sumber daya manusia adalah kunci utama dalam keberhasilan outcome yang akan dicapai. Pada tahun 2021 hingga 2025 telah melibatkan SDM ditingkat provinsi maupun Kabupaten/Kota dalam program kesehatan. Total keseluruhan staf provinsi dan kabupaten/kota mencapai 270 orang, dengan 7.316 kader terlatih, 405 pasien supporter, dan 106 manajer kasus yang tersebar di wilayah-wilayah tersebut.

draft profil kaskade 2